Jumat, 20 Juli 2012

Bahaya Meyakini Kiamat 2012


Isu Kiamat 2012 kian santer dibicarakan orang seiring makin dekatnya tahun 2012, yang hanya 3 tahun dari sekarang. Berbagai kalangan, dari para ilmuwan, praktisi ramalan (paranormal, dukun, dan tukang ramal), agamawan, serta berbagai para pejabat negara larut dalam perbincangan tentang isu ini, tak ketinggalan para selebritis, ikut beropini terhadap kiamat 2012.

Isu kiamat 2012 makin besar bak bola salju pasca diputarnya Film '2012' garapan sutradara Roland Emmerich, di seluruh dunia pekan lalu. Bahkan di Jakarta, semua bioskop diantre sejak pemutaran perdana Jumat (13/11/2009) lalu. Dalam film "2012" ini digambarkan kehancuran dunia pada tahun 2012, tepatnya 21 Desember, akibat kedatangan planet raksasa Nibiru yang menabrak bumi.


Dalam pandangan Islam, ramalan atau isu kiamat 2012 itu sangat bertentangan dengan al-Qur'an dan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Persoalan pokoknya, bukan pada ada atau tidak adanya kejadian hari kiamat. Melainkan waktu kejadian ditetapkan tahun 2012, tepatnya 21 Desember 2012, yang sangat bertentangan dengan al-Qur'an dan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Waktu kejadian kiamat merupakan hak preogratif Allah Ta'ala semata, yang tak seorang pun tahu kapan terjadinya. Kewajiban kaum muslimin cukup mengimani akan kedatangannya beserta tanda-tanda yang sudah disebutkan oleh nash al-Qur'an dan sunnah yang shahih.

Iman terhadap hari akhir, di antaranya terjadinya hari kiamat, merupakan salah satu rukun Iman. Tidak sah iman seseorang kecuali dengannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika ditanya oleh Jibril 'alaihis salam tentang iman,
  اْلإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّه

"Iman itu adalah engkau percaya kepada adanya Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab Suci-Nya, utusan-utusan-Nya, hari akhir dan engkau yakin takdir baik dan buruknya." (H.R Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud dari Umar ibn Khattab)
Iman terhadap hari akhir, di antaranya terjadinya hari kiamat, merupakan salah satu rukun Iman. Tidak sah keimanan seseorang kecuali dengannya.
Bahkan dengan mengingkarinya menyebabkan seseorang menjadi kafir,

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

"Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisa': 136)

Allah Ta'ala menetapkan bahwa Dia semata yang memiliki kunci-kunci tentang yang ghaib, di antaranya waktu terjadinya kiamat. Allah Ta'ala berfirman,

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri." (QS. Al-An'am: 59)

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 14) 

Kemudian Allah menekankan kembali bahwa hanya Dia saja yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Bahkan secara khusus Allah mengingatkan Rasul-Nya bahwa dia tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Dan jika manusia bertanya kepadanya, Allah menyuruh agar mengembalikan jawabannya kepada Allah 'Azza wa Jalla.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'kapankah terjadinya?' Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba'. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'." (QS. Al-A'raf: 187)

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

 "Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah'. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya." (QS. Al-Ahzab: 63)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا  فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا  إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا  إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا  كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

"(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (QS. An-Naazi'aat: 42-46)

Hanya saja Allah menjelaskan bahwa datangnya kiamat itu tiba-tiba, hanya saja Allah telah menjadikan beberapa tanda-tanda dan petunjuk akan kedatangannya. Allah berfirman,

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?" (QS. Muhammad: 18)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengakui tidak tahu kapan terjadinya. Yaitu ketika ditanya oleh Jibril 'alaihis salam, "beritahukan kepadaku tentang kedatangan hari kiamat!." Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,

مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ

"Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui dari pada yang bertanya." (HR. Muttafaq 'Alaih).

Kesimpulan:

Waktu terjadinya kiamat tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan pastinya. Apakah tepat pada 21 Desember 2012, sebelum atau sesudahnya?
 
Ilmu kepastian terjadinya hanya ada pada sisi Allah yang tak diberitahukan kepada salah seorang dari makhluk-Nya, apalagi kepada mereka yang kafir dan musyrik. Hanya saja, kiamat pasti akan datang akan datang tidak boleh diingkari.
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ

 "Dan orang-orang yang kafir berkata: 'Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami'. Katakanlah: 'Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu'." (QS. Saba': 3)
Waktu terjadinya kiamat tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan pastinya. Apakah tepat pada 21 Desember 2012, sebelum atau sesudahnya?
Dan bagi orang yang beriman, setelah meyakini akan kedatangan hari kiamat dan kejadian sangat mengerikan di saat itu, dia senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras." (QS. Al-Hajj: 1-2).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila berkomentar harap sopan